matabangsa.com – Patumbak: Para petani di wilayah Patumbak Satu merayakan panen raya ubi kayu yang telah mencapai umur 9 bulan. Setiap batang ubi kayu yang dipanen menghasilkan berat sekitar 6 kg. Kegiatan ini diawasi dan didampingi oleh Babinsa Serka Wilopo, yang hadir di Dusun 2, Kecamatan Patumbak, untuk memberikan pendampingan dan arahan kepada para petani, khususnya kepada Bapak Sutarjo, pemilik lahan ubi kayu tersebut.
Babinsa Serka Wilopo tidak hanya memantau proses panen, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang perlu diambil setelah panen raya ini. Ia menjelaskan metode penanaman yang tepat, mulai dari membajak atau menggemburkan lahan hingga menaburi dolomit untuk mengurangi pH tanah dan meningkatkan kesuburannya. “Luar biasa, Babinsa ternyata memahami dengan baik tentang budidaya ubi kayu di lahan siap panen,” ungkap Bapak Sutarjo.
Rencana Bapak Sutarjo setelah panen adalah menjual hasil ubi kayunya ke pabrik tepung tapioka di Kota Medan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kuota pabrik pengolahan tepung tersebut. Ubi kayu yang berumur 9 bulan ini dinilai sudah cukup matang dengan kandungan kanji yang padat, sehingga siap untuk dipasarkan.
Pendampingan oleh Babinsa Serka Wilopo tidak berhenti hanya pada proses panen. Ia terus memberikan semangat dan arahan kepada para petani agar ubi yang dipanen memiliki kualitas terbaik. Pendampingan seperti ini sangat penting untuk memastikan para petani mendapatkan hasil panen yang optimal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui penjualan produk berkualitas tinggi.(das)






