Meriahkan Penutupan Tahun Baru Islam dan HUT RI ke-79, Babinsa Sertu Ramadani Hadiri Pagelaran Wayang Kulit di Desa Kolam

Hankam1 Views

Matabangsa.com – Percut Sei Tuan: Dalam rangka memperingati penutupan Tahun Baru Islam 1446 H sekaligus merayakan HUT RI ke-79, Babinsa Sertu Ramadani menghadiri pagelaran kesenian wayang kulit yang diselenggarakan di Dusun 2, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Acara ini merupakan bagian dari tradisi Suroan yang sangat dihormati oleh masyarakat Jawa setempat, Senin 12 Agustus 2024.

Pagelaran ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Kolam, Ketua BPD, Kadus 1 dan Kadus 13, serta tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), dan anggota Paguyuban Mekar Sari. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi komunitas setempat.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia, Bonirin, yang mewakili Paguyuban Mekar Sari. Dalam sambutannya, Bonirin menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati 1 Muharam dan malam 1 Suro, yang memiliki makna sakral bagi masyarakat Jawa. Menurut tradisi Jawa, bulan Suro dianggap sebagai bulan yang keramat dan tidak membawa keberuntungan, sehingga banyak orang Jawa yang menghindari hajatan besar selama bulan ini.

Kepala Desa Kolam dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya menghormati tradisi ini. Ia menjelaskan bahwa bagi masyarakat Jawa, bulan Suro dianggap sebagai waktu yang penuh dengan pantangan. Perjalanan jauh, hajatan pernikahan, dan kegiatan besar lainnya sering ditunda selama bulan ini karena dianggap bisa mendatangkan kesialan atau musibah.

Meskipun ada perbedaan pemahaman di antara masyarakat mengenai bulan Suro, pagelaran wayang kulit tetap menjadi momen yang dinanti-nanti. Alur cerita wayang kulit yang ditampilkan mengajak penonton untuk selalu berbuat kebaikan dan meningkatkan ketaatan beribadah kepada Sang Pencipta, sehingga menarik antusiasme tinggi dari warga yang hadir.

Acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lain, termasuk penyerahan wayang kulit sebagai simbol penghormatan terhadap budaya dan tradisi, sesi foto bersama, dan doa penutup yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa kuat sepanjang acara.

Kehadiran Babinsa Sertu Ramadani di tengah-tengah masyarakat menunjukkan dukungan TNI terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal. Babinsa juga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung, memastikan pagelaran berjalan dengan lancar dan aman.

Melalui pagelaran wayang kulit ini, masyarakat Desa Kolam tidak hanya merayakan penutupan Tahun Baru Islam dan HUT RI ke-79, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi dan memperdalam pemahaman akan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pagelaran ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah-tengah masyarakat modern.