matabangsa.com – Percut Sei Tuan: Pemilihan Gubernur dan Bupati yang sudah memasuki tahap penentuan nomor urut, kini berlanjut ke masa kampanye yang akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Serda Yudha Fernanda, Babinsa Desa Tembung dari Koramil 0201-13/PST, menghimbau para Kepala Dusun (Kadus) di wilayahnya untuk menjaga situasi tetap kondusif selama proses kampanye. Himbauan ini disampaikan pada Rabu, 25 September 2024, di Jalan Balai Umum, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Babinsa mengingatkan agar para Kadus aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, khususnya selama masa kampanye. “Diharapkan semua pihak berperan aktif dalam menjaga agar tidak terjadi gesekan di masyarakat, terutama dalam hal perbedaan pilihan politik,” ujar Serda Yudha.
Panitia penyelenggara kampanye, lanjutnya, juga diharapkan untuk mengingatkan para pendukung yang hadir agar tidak menyinggung pasangan calon (Paslon) lain. “Jangan sampai menghina atau menjelek-jelekkan Paslon lain karena hal tersebut bisa memicu keributan yang tidak diinginkan,” tegas Babinsa.
Serda Yudha juga memberikan arahan kepada Kadus agar mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Setiap warga yang sudah mendapatkan undangan dan berusia 18 tahun diharapkan datang ke TPS pada hari pemungutan suara. “Satu suara sangat berarti untuk menentukan kemajuan daerah kita,” katanya.
Pemilihan Gubernur dan Bupati ini, menurut Babinsa, adalah kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa daerah ke arah yang lebih baik. “Kita memilih pemimpin yang mampu bekerja dan menuangkan gagasan serta ide-ide demi pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil,” jelas Serda Yudha.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif selama pemilu berlangsung. Meskipun terdapat perbedaan pilihan politik, persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap diutamakan. “Kesatuan bangsa jauh lebih penting dari perbedaan pendapat politik,” imbuhnya.
Serda Yudha menutup dengan pesan agar seluruh masyarakat, khususnya di Desa Tembung, selalu menjaga persatuan dan keamanan. “Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.(das)






